Sejarah Pemetaan dalam Islam
Islami Golden Age
Islam memilikii peran yang signifikan dalam pengembangan pemetaan dan geografi, terutama selama periode Islamic Golden Age (sekitar abad ke-8 hingga ke-14 Masehi). Selama periode Islamic Golden Age, para ilmuwan muslim mengupulkan dan menyelidiki pengetahuan geografis dari berbagai wilayah. Salah satu kontribusi paling penting Islam dalam pemetaan adalah pembuatan peta yang akurat dan rinci. Al-Idrisi, seorang ilmuwan Muslim terkenal dar Sisilia mencipakan "Kitab al-Rujari"sebuat atlas yang mencakup peta peta yang lua dari berbagai wilayah.
Literatur Mengenai Geografik
Satra geografi Arab bermula dari campuran sastra rakyat dan tradisi yang dibentuk oleh tuisan keagamaan islam. Pada awal sejarah Islam,kumpulan pengetahuan geografis pasti berkembang berdasarkan akhbar (riwayat tradisi sejarah) dan Ajaib (cerita tentang peristiwa dan hal hal menakjubkan). Pembahasan terjait geografi yang bersifat non-sastra yang paling awalh adalah tulisan mengenai ibadah haji dan perkembangannya dari masa ke masa.
Pengaruh dari Budaya Lain
- Hindu : Teks asttronomi India, Konsep Geografis
- Persia: Deskripsi topografi umum dan konsep pembagian dunia menjadi kishvars
- Yunani: Garis lintang dan garis bujur Ptolemeus serta sisi matematikanya, proyeksi peta belum dikena
- Ditentukan berdasarkan iklim,tidak berurutan, hanya menunjukan garis lintang, berdasarkan perbedaan iklim, dann tidak menunjukan garis bujur
- Terdapat nilai garis bujur dan lintang secara individual untuk setiap tempat
- Al-Khawarizmi : Daftar nama nama sederhana yang disusun berdasarkan beberapa klasifikasi, kemudian diurutkan berdasarkan iklim, kemudian diurutkan berdasarkan garis bujur, sehingga setiap tempat yang muncul ditukis garis bujur terlebih dahulu, kemudian garis lintang di derajat dan menit.
- Al-Battani : Koordinat bintang - bintang penting di antara tabel astronomi umum
- Sangat mirip dengan Ptolemeus: Perbedaannya karena ilmuwan Muslim menggunakan meridian utaa yang berbeda (Mekah/Ka'bah)
Suhrab Constuction of a Map
Suhrab memberikan pendahuluan yang menjelaskan secara rinci mengenai cara menggambar peta dunia. Kontruksi peta Suhrab sangat mencerahkan. Pertama beliay menggambar sebuah persegi panjang,"semakin besar semakin baik"dan kemudian beliau membagi tepinya menjadi beberapa derajat dan menandai garis khatulistiwanya dan kemuudia garis horizontal yang membagi iklim.Orientasi islam adalah arah selatan yang digambarkan pada bagian atas.
Peta dari Al-Khawarizmi Manuscript
Naskah Al-Khawarizmi disertai denga empat peta :
- Peta pertama adalah pulau Yaquf (safir) - Jahwat (permata) di peta timur jauh.
- Peta kedua menggambarkan al-Bahr,Al-Muzlim, Samudera - samudera di Dunia dan mungkin mewakili Samudera Hindia karya Ptolemeus
- Peta ketoga adalah Sungai Nil
- Peta Keemoat adalah laut Azov

Komentar
Posting Komentar